V-belt YAMAHA Mio Putus karena terlalu aus

Sehari sebelum kejadian, tanda-tanda tidak beres sudah terdengar pada bagian bak CVT Yamaha Mio Sporty keluaran 2010 milik konsumen. Ogah melanjutkan penelusuran lantaran kesibukan konsumen, memastikan penyebab suara bergesekan pada bagian CVT pun ditunda.

Beda dengan Mio Sporty lawas, tidak adanya lubang intip pada bak CVT menyulitkan untuk mendeteksi kerusakan guna meyakinkan konsumen. Padahal dengan melirik spidometer yang sudah 51.000 km dengan usia pakai 3 tahun, sudah bisa diprediksi bahwa v-belt sudah aus.


Ditambah pengalaman pribadi menggunakan Mio Sporty keluaran 2007, v-belt menyerah tepat di 20.000 km setelah 3 tahun pemakaian dengan minim perawatan. Mengganjal per secondary juga memicu cepatnya keausan v-belt saat itu. Jadi analisa untuk kasus yang di alami konsumen kali ini, diprediksi tidak jau dari v-belt.

Ternyata semua yang diperkirakan  terbukti. Keesokan hari, konsumen yang sama datang dengan motor dalam kondisi mesin hidup tapi motor didorong. Langsung kesasaran, bak CVT di bongkar dan ditemukan jawaban penyebab suara tidak beres kemarin. V-belt Yamaha Mio putus karena terlalu aus. Usia pakai yang sudah sewajarnya untuk diganti.

Suku cadang asli Yamaha menjadi pilihan konsumen untuk penggantian v-belt yang putus. Setuju dengan pemilik motor, daya tahan Yamaha Genuine Parts cukup mumpuni. Keuntungan menggunakan suku cadang asli tidak hanya dirasakan oleh konsumen, tapi juga oleh mekanik dan pemilik bengkel. Logikanya jika produk bagus dengan daya tahan yang teruji akan membuat konsumen puas, nama bengkel pun terjaga dan konsumen menjadi pelanggan yang setia.