Ban bocor di paksa jalan

Meski sudah tahu ban kempis karena bocor tapi tetap saja di paksa jalan. Aktivitas bodoh ini dilakukan bukan tanpa alasan. Tapi rasa penasaran tentang kebenaran akan teori bengkel yang sering dipercaya banyak pengendara motor.

Setelah memastikan penyebab kebocoran karena melindas paku, dengan bantuan tang, paku pun dicabut lalu ban dibiarkan dalam kondisi tanpa angin. Ban yang digunakan FDR 80/80-17 Tube type yang sejatinya menggunakan ban dalam bukan yang tubeless type.
Dengan melonggarkan baut pada pentil, ban yang dalam kondisi tanpa angin di jalankan seperti biasa untuk bolak balik rumah dan bengkel. Meski mendapat komentar miring dan disangka bodoh oleh rekan-rekan yang mampir ke bengkel, kegiatan ini tetap berjalan selama seminggu penuh.

Setelah mencapai target satu minggu dengan prediksi kepala pentil patah atau copot, roda pun di lepas. Ban luar dicongkel dengan peralatan tambal guna mengeluarkan ban dalam. Alhasil, ban dalam masih dalam keadaan utuh dengan kepala pentil masih dalam keadaan baik.

Melanjutkan pengecekan pada ban dalam, ternyata hanya terdapat satu kebocoran. Penyebab lubang kecil pada ban dalam bisa dipastikan oleh paku yang terinjak seminggu lalu. Kemudian dengan mempersiapkan semua peralatan tambal yang disimpan di gudang bengkel, ban dalam di tambal dan di pasang kembali sebagaimana mesti nya.

Dengan pengalaman ini, bisa diambil kesimpulan bahwa ban bocor masih boleh di paksa jalan. Jika keadaan memaksa, jangan ragu untuk menaiki motor dalam kondisi ban bocor sampai ketemu jasa tambal. Jadi tidak perlu sampai keringatan menggiring motor, syukur kalau jasa tambal nya dekat.

Sedikit catatan setelah percobaan ini, ban luar dan ban dalam masih bisa dipakai kembali. Dan tidak terdapat pinggir ban yang bengkak setelah diisi angin kembali. Dan selama seminggu percobaan, motor hanya di kendarai sendiri tanpa membawa boncengan.