Karburator tanpa saringan udara

Opini motor lawas lebih awet di bandingkan motor anyar seperti nya sudah jadi kebanggan bagi biker gaek. Dengan tegas dan penuh keyakinan akan produk motor lama yang konon semua part nya asli dari Jepang, membuat seorang bapak membuka cerita saat duduk di bengkel.

Cerita tentang jeroan mesin motor baru saat ini yang kurang tahan dan belum apa-apa sudah bongkar mesin. Sementara motor yang di produksi tahun rendah daya tahan nya tinggi bahkan sudah puluhan tahun belum pernah bongkar mesin, apa lagi sampai turun mesin.


Sekilas cerita si Bapak terdengar nya benar, tapi apa mungkin semakin canggih teknologi malah membuat orang tambah bodoh, lalu menghasilkan produk yang rapuh? Tapi lantaran malas menyanggah penuturan orang yang lebih tua, lebih baik mendengar dan mengambil sedikit pelajaran dari perbincangan sambil mengerjakan tugas di bengkel.

Pada kenyataannya memang benar begitu ada nya. Motor sekarang lebih cepat bongkar mesin bahkan sampai turun mesin. Tapi semua itu bukan lantaran part motor yang kurang bagus, kebanyakan di sebabkan perlakuan pemilik motor pada kendaraan nya.

Sebagai contoh, karburator tanpa saringan udara. Sebagian dengan sengaja melepas boks saringan udara hanya untuk gaya. Bahkan yang ada yang melepas belalai nya saja sekedar untuk menghasilkan suara tambahan. Ada juga yang tidak menggunakan saringan udara tapi masih memakai boks dengan di ganjal mur, tujuan nya hanya untuk menghasilkan suara karburator saat motor di geber.

Kelakuan pemilik motor yang seperti itu mungkin tidak banyak saat zaman si Bapak. Rata-rata motor dirawat dengan baik karena saat itu sepeda motor seperti barang lux. Tapi perubahan zaman membuat sepeda motor seperti barang bongkar pasang, bahkan ganti knalpot bisa sampai 3 kali sehari. Aplikasi karburator besar biasanya tanpa boks dan saringan udara.

Dari perlakuan karburator tanpa saringan udara saja sudah membuat motor cepat rusak. Debu, pasir bahkan lumpur bisa dengan mudah nya masuk ke dalam mesin. Terisap lewat karburator pada saat langkah isap dan masuk sampai ke ruang bakar. Berakhir dengan motor berasap putih karena blok silinder tergores dan oli nyelonong ke ruang bakar.

Jadi jika ditelaah lagi, bukan motor produksi sekarang yang kurang bagus tapi perlakuan pemilik motor terhadap kendaraan nya yang kurang tepat.