Cara mendirikan usaha bengkel sepeda motor untuk pemula

Rekan-rekan MotorExpose, bertahun-tahun menggeluti bidang usaha yang sama, mengusik keinginan pribadi saya untuk berbagi cerita tentang cara mendirikan usaha bengkel sepeda motor untuk pemula. Tapi jujur saja ada sedikit keraguan untuk menuliskan nya dengan alasan pribadi, yaitu rasa kurang percaya diri dan takut "dicibiri" lantaran belum apa-apa tapi sudah sok berbagi kiat usaha.

Setelah saya renungkan, sekedar berbagi cerita dan pengalaman meski pun hal sepele dimata orang lain, siapa tahu bisa bermanfaat bagi rekan-rekan lain yang juga tertarik untuk berwirausaha bengkel sepeda motor mau pun yang sedang mencari inspirasi untuk membuka sebuah usaha kecil-kecilan yang bersifat perorangan. Sedikit penekanan yang ingin saya garis bawahi, berbagi pengalaman kali ini tidak bertujuan sedikit pun untuk narsis mau pun sok mengajari.



Berawal 12 tahun yang lalu, sekitar bulan Juli 2002 keinginan untuk mendirikan sebuah usaha bengkel saya rintis dengan modal menyewa sebuah tempat yang tergolong murah karena hanya seharga ratusan ribu saja lalu membeli sebuah etalase bekas untuk meletakkan beberapa onderdil dan aksesoris yang mampu disediakan karena keterbatasan modal. Usaha bengkel pertama saya beri nama GEO MOTOR.

Beberapa bulan pertama menjadi masa-masa paling suram dalam menjalani usaha pertama. Kurangnya onderdil dan aksesoris membuat transaksi tidak seberapa dan tentunya membuat mental dan rasa percaya diri juga semakin ciut. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa dunia bisnis merupakan sebuah ajang kompetisi dimana yang kuat akan semakin kuat dan yang lemah akan kesulitan untuk mendapatkan pasar. Logikanya, rekan-rekan pasti lebih memilih untuk membeli onderdil mau pun aksesoris motor ke toko yang lebih lengkap dengan harga jual yang relatif lebih murah.

Jika kita memposisikan diri sebagai orang yang akan mendirikan sebuah usaha, fakta seperti itu tentu saja membuat surut mental namun sebenarnya saat itu lah kekuatan tekad ditempa. Bagi calon usahawan baru, dimana kekurangan masih terdapat diberbagai sisi seperti kurangnya pengalaman, ilmu dan juga modal, nantinya akan mempengaruhi terhadap daya tahan usaha yang digeluti.

Begitu juga dengan yang saya alami saat menjalani usaha bengkel pertama, merasa kurang modal membuat saya menjual sepeda motor sendiri dengan harapan bisa menambah barang dagangan dan bisa membuat usaha berjalan lebih baik. Tapi naif, sebuah usaha membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang. Mustahil untuk mendapatkan kemajuan yang drastis dalam beberapa bulan saja lalu sukses dengan meraup keuntungan yang sangat besar.

Layaknya menanam pohon cengkeh, dalam satu tahun pertama belum akan membuahkan hasil. Butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa berbuah dan bisa dinikmati hasilnya. Dan setelah berbuah maka tidak akan berhenti untuk terus menghasilkan sampai batasan rezeki yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Akan tetapi sedikit harap yang terus ditanamkan dalam hati setiap usahawan muda, dimana ada kemauan disitu ada jalan, dan setiap yang bernyawa pasti memiliki rezeki dari Nya.

Sukses pertama saya adalah menjual beberapa buah baut aksesoris. Tentu saja bukan baut yang rekan-rekan lihat saat ini, pada saat itu baut aksesoris masih belum banyak ragamnya. Kenapa saya menganggap menjual beberapa buah baut adalah sukses? Karena apa yang saya rintis dan usahakan ternyata menghasilkan sebuah transaksi yang mendatangkan keuntungan dari penjualan. Memang keuntungan yang didapat tidak seberapa, tapi bibit jiwa berwirausaha menjadi tertanam dalam diri dan itu lah yang sebenarnya keuntungannya.

Pengalaman pertama tentu saja sulit untuk dilupakan, bahkan saya masih ingat siapa konsumen pertama saja yang berjasa memberi saya laba pertama dari usaha bengkel pertama saya. Dalam beberapa bulan pertumbuhan usaha tidak berjalan sesuai harapan. Keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan kebutuhan, sebuah saran dari orang tua untuk menutup usaha pertama terpaksa saya ikuti dengan catatan, suatu saat nanti saya akan mengulangi nya lagi dan terus mempelajari kiat-kiat dalam menjalankan usaha bengkel sepeda motor.

Usaha bengkel pertama, saya tutup dengan berat hati. Tapi saya sangat yakin bahwa semua yang saya jalankan itu sudah benar. Saya tidak hanya berhasil menjual baut aksesoris tapi juga berhasil menjual beberapa knalpot racing yang saat itu merk AHRS menjadi primadona bahkan sampai ke daerah. Keuntungan dari penjualan knalpot racing tentu saja lebih terasa dan membuat semangat untuk sukses menjual lebih banyak semakin menjadi-jadi. Hanya saja keputusan untuk tutup bengkel sudah diambil dan saya pun bekerja seperti yang diinginkan orang tua.

Selang beberapa bulan, saya pun berhenti bekerja dan memikirkan ulang guna mempelajari bagaimana seharusnya bengkel sepeda motor bisa berjalan sebagaimana mestinya. Akhirnya saya menyadari bahwa modal awal untuk mendirikan sebuah bengkel sepeda motor, adalah ilmu yang mumpuni dan nama. Saya pun menerima tawaran orang tua untuk bekerja di sebuah bengkel kecil kenalannya.

Beberapa bulan kemudian saya pun berhenti dan pindah bengkel dengan harapan proses transfer ilmu bisa berjalan dengan cepat. Tapi kenyataan nya tidak jauh beda, bekerja sambil belajar memang butuh waktu. Hal sebenarnya yang saya inginkan adalah memiliki keahlian dan keterampilan dalam ilmu perbengkelan. Saat itu lah sebuah ide muncul untuk memutuskan berhenti bekerja di bengkel orang untuk mengikuti kursus mekanik sepeda motor.

Ternyata sesuai dengan harapan, metoda belajar dengan sistem satu siswa, satu motor, dibantu satu guru pembimbing membuat transfer ilmu berjalan dengan cepat. Teori langsung praktek, jadi sangat berbeda sekali dengan cara saat belajar sambil bekerja. Meski pun sebelum mengikuti kursus mekanik sepeda motor saya sudah bisa bongkar pasang motor, ternyata semua itu belum ada apa-apanya. Saya pun menyadari semua itu setelah keluar dari pelatihan yang target nya sampai mahir.

Setelah itu saya pun kembali membuka usaha bengkel sepeda motor. Apa modal saya kali ini? Sama persis dengan modal pada saat merintis usaha pertama, menyewa sebuah tempat yang murah dan membeli sebuah etalase bekas lalu memulai lagi. Jika pada saat pertama hanya bermodalkan uang semata dengan ilmu yang belum mumpuni, pada bulan Agustus 2005 usaha bengkel yang saya jalani sudah disertai dengan perbekalan ilmu dan keterampilan selama pelatihan ditambah dengan peralatan cat dan airbrush.

Berapa lama jeda antara usaha pertama dengan usaha kedua? 3 tahun rekan-rekan, butuh waktu selama itu bagi saya untuk bisa bangkit dan memulai kembali usaha yang diimpikan. Disitu saya dapat mengambil pembelajaran, bahwa untuk membangun sebuah usaha membutuhkan waktu. Tidak ada yang bisa terjadi begitu saja dalam sekejap mata. Semua membutuhkan proses akan tetapi fokus pada bidang yang sama akan membuahkan hasil juga pada akhirnya. Sebuah batu bisa berlubang karena tetesan air yang terus menerus pada titik yang sama.

Usaha bengkel kedua tidak berjalan lama, faktor keadaan dalam keluarga menjadi penyebab utama usaha tersendat. Harus merawat orang tua yang mengalami gagal ginjal dan wajib cuci darah dua kali seminggu membuat bengkel tidak buka teratur. Ditambah dengan keadaan psikologis tertekan lantaran kesedihan yang berlarut-larut. Dua kali pergi mengantarkan orang tua cuci darah dalam seminggu artinya bengkel harus tutup dua kali juga.

Bukannya curhat, rekan-rekan. Disini saya memberikan sebuah gambaran dimana dukungan moral juga dibutuhkan oleh seorang pemula yang sedang mencari cara mendirikan usaha bengkel sepeda motor impiannya. Tentu saja hal ini bersifat umum dan tidak sebatas calon pengusaha bengkel saja, untuk jenis usaha lain pastinya juga membutuhkan hal yang sama, dimana keadaan lingkungan keluarga yang kondusif akan membuat calon pengusaha bisa lebih fokus.

Beberapa kali jatuh bangun saya alami dalam usaha bengkel sepeda motor. Apakah saya gagal? Orang lain boleh jadi menganggap saya gagal, bahkan ayah saya sendiri. Tapi sebuah kegagalan itu tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Bagi saya gagal itu, apa bila saya sudah menyerah dan tidak ingin lagi mencobanya. Selama saya masih mencoba untuk bangkit, saya belum terima untuk di vonis gagal.

Jika dihitung rekor kegagalan sejak awal mendirikan usaha bengkel sampai tahun 2014 ini, saya membukukan 5 kali jatuh dan 6 kali bangkit. Selagi saya tidak memutuskan untuk berhenti mencoba berusaha, rekor kegagalan akan tetap kalah oleh rekor bangkit.

Tahun 2007 usaha bengkel ketiga saya dirikan lagi dengan ganti nama menjadi GEO TECHNO. Dengan menyewa tempat selama 3 tahun ditunjang ilmu bengkel dan perkakas bengkel seadanya, sebuah usaha pun saya lakoni lagi. Tidak bosan-bosannya, itulah yang terus saya lakukan. Berusaha tanpa henti-henti dan akan terus bangkit setiap kali jatuh.

Akhirnya ditahun 2008 saya memutuskan untuk menikah dan bengkel pindah sebelum kontrak tempat habis. Kembali membangun usaha yang sama tapi kali ini peran orang tua masih tetap terasa manfaatnya. Nama bengkel yang dianggapnya terlalu berat untuk disandang, akhirnya diganti menjadi HAYYU MOTOR.

Sedikit demi sedikit usaha mulai menemukan titik terang, sayangnya usaha bengkel yang seharusnya berorientasi layanan jasa servis dan menyediakan spare part malah bertulang punggung pengecatan motor dan airbrush. Banting stir? Menurut saya tidak, rekan-rekan semua.

Justru manfaat ilmu saat pelatihan makin terasa, meski pun status berubah menjadi bengkel cat sepeda motor. Aksi mempreteli banyak sepeda motor bisa dilakukan meski dilakoni sendirian tanpa tenaga bantuan maupun oper ke bengkel orang.

Jadi beberapa point penting yang bisa kita simpulkan dalam cara mendirikan usaha bengkel sepeda motor untuk pemula, diantaranya :

 * Mulai lah dari apa adanya, jangan jadikan modal sebagai alasan untuk mengurungkan niat memulai usaha sendiri.

* Setiap kali jatuh, berusahalah untuk kembali bangkit dan jangan menyerah apa lagi menghentikan semua yang sudah dirintis.

* Restu dan do'a dari orang tua akan sangat membantu dalam usaha karena mencari rezeki-Nya yang halal akan semakin mudah saat keluarga mendukung.

* Ingat, modal tidak hanya sebatas materi. Ilmu dan keahlian termasuk modal yang tak ternilai begitu juga dengan nama baik. Bahkan teman baik juga termasuk modal yang tak bisa dihargai dengan materi, dimana mereka adalah kekayaan dalam hidup yang bisa saling sokong di dunia usaha.

* Selalu berusaha untuk jujur dan memberikan yang terbaik kepada konsumen, dimana sebuah usaha yang besar sekali pun tetap dibesarkan oleh konsumen.

Sekian dulu rekan-rekan semua, semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bagi yang ingin memulai usaha sendiri dibidang perbengkelan mau pun jenis usaha lainnya. Mohon maaf jika terdapat kesalahan mau pun kejanggalan dalam menyampaikan opini pada sesi berbagi pengalaman kali ini.