Bagaimana jika Kawasaki D Tracker pakai knalpot Racing

Rekan-rekan MotorExpose, yang namanya aturan tentu saja harus ditaati agar terhindar dari pelanggaran yang berujung sanksi. Terkadang salah informasi dan hanya mendengar suara dari komunitas tertentu bisa menyesatkan dan merugikan diri. Hal ini termasuk bagaimana jika Kawasaki D Tracker pakai knalpot racing untuk harian.

Mendengar sekilas bahwa untuk motor trabas yang mendapatkan perlakuan istimewa dengan bebas menggunakan knalpot racing dan tanpa menggunakan kelengkapan lain seperti spion dan plat nomor kendaraan, jelas tidak bisa diterima begitu saja.


Dimata hukum semua diperlakukan sama dan tidak ada yang dibeda-bedakan, baik motor trabas yang hanya digunakan untuk event tertentu saja, mau pun moge yang harganya selangit. Nah, apa lagi Kawasaki D Tracker 150 yang basic nya Supermoto dan memang dari sono nya untuk jalan raya, tentu saja kelengkapan kendaraan mutlak dipenuhi agar tetap dalam aturan.

Sekalipun masih ada yang merasa benar jika mengaplikasikan nya untuk harian dengan dalih tidak adanya alat pengukur ambang batas kebisingan yang digunakan petugas saat di lapangan, tapi pada kenyataannya untuk yang melanggar tetap saja mendapat sanksi dan harus mengikuti prosedur yang ditentukan.

Pilih mana rekan-rekan semua, tetap bersikeras menggunakan knalpot racing demi gaya dan upgrade tenaga motor untuk harian meski mengambil resiko untuk "kehilangan" atau main aman dengan tetap menggunakan knalpot standar bawaan motor? Sebaiknya, ya... main aman.

Atau jika ngotot untuk tetap menggunakan knalpot aftermarket untuk desain yang modif serta bisa meningkatkan peforma mesin, sebaiknya pilih yang suaranya adem agar terhindar dari melanggar aturan lalu lintas. Toh, saat ini sudah banyak beredar knalpot racing tipe Silent yang suara nya nyaris mirip standar dengan tampilan keren.