Sekarang tidak perlu lagi ngecat pelek jeruji

Beberapa hari lalu seorang rekan mampir ke bengkel dengan maksud hendak mengecat pelek jeruji RX king yang sudah diganti lingkar 17 tampilan krom dengan warna hitam. Bukannya keberatan untuk menerima orderan yang diberikan tapi sangat tidak efisien untuk mengecat diatas bahan yang sudah dilapisi krom.

Pada saat yang bersamaan, seorang konsumen datang dengan Yamaha Vega RR. Bukan cat putih mutiara nya yang jadi perhatian, tapi velg hitam yang menempel pada motor anyar yang baru saja keluar dealer. Tentu saja rekan pemilik RX King jadi ngiri, motor baru yang belum pakai plat nomor kendaraan saja sudah modifikasi kaki-kaki.


Ternyata tidak begitu, maksud kedatangan konsumen untuk mencari orang yang berminat tukar guling pelek. Si empunya Vega RR kurang suka dengan warna hitam pada velg motor barunya. Alhasil, kesepakatan untuk tukar guling pelek pun terjadi. Keduanya terpaksa membeli dua set jari-jari baru agar bisa saling tukar.

Jika dipikir-pikir, sepertinya pabrikan motor sudah berusaha untuk mengerti dengan konsumennya. Dulu saat pabrikan rata-rata menerapkan pelek jeruji, konsumen berbondong-bondong membeli pelek palang untuk motornya. Saat pelek palang sudah menjadi fitur bawaan motor, rata-rata konsumen menyimpan velg asli dan langsung modifikasi dengan pelek jaruji. Dan saat pabrikan memberikan fitur pelek jeruji dengan lingkar berwarna hitam, konsumen malah ingin yang tampilan krom karena dianggap bersih.

Jadi untuk rekan-rekan yang ingin modif, sekarang tidak perlu lagi ngecat pelek jeruji. Cari saja pemilik Yamaha Vega RR yang ingin menukar velg aslinya. Soal kwalitas, sudah pasti saja pelek asli buatan DID memiliki kwalitas bagus. Keuntungan lain yang bisa didapat, warna hitam nya tidak akan rontok karena bukan didapat dari hasil pengecatan.