Mengenal sekilas keran vakum dan persoalannya

Rekan-rekan semua, meskipun sederhana dan sudah tidak ditemukan lagi pada motor keluaran anyar yang sudah menerapkan sistem injeksi untuk pengabutan bahan bakar, bukan berarti part yang satu ini langsung sirna dari muka bumi. Untuk melengkapi dan sekedar menambah wawasan bersama, ada baiknya kita mengenal sekilas keran vakum dan persoalannya yang umum ditemui.

Pada dasarnya, keran vakum berfungsi untuk memutus dan mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju karburator. Pada keran terdapat 3 slang dimana fungsinya berbeda dan tidak boleh salah dalam memasangnya. Agar lebih jelas, silahkan perhatikan lagi gambar diatas dengan seksama.

Slang pertama berasal dari tangki menuju keran vakum, selang kedua dari keran menuju ke karburator. Sementara slang ketiga dari keran ke intake manifold atau yang biasa disebut dengan leher angsa, dimana pada slang ini tidak terdapat aliran bahan bakar.

Keran vakum akan mengalirkan bahan bakar dari tangki ke karburator, apa bila terjadi isapan pada slang yang terhubung ke intake manifold. Pada saat tidak ada lagi isapan yang menimbulkan kevakuman untuk membuka klep yang terdapat pada keran, maka pegas pembalik akan menutup kembali aliran bahan bakar.

Persoalan umum yang sering ditemui, ujung slang yang terhubung ke leher angsa sudah tidak terpasang rapat dan menimbulkan kebocoran. Dipicu oleh panas mesin yang membuat slang menjadi getas, membuat kevakuman hilang ditambah klem yang tidak terpasang rapat atau tidak ada sama sekali.

Untuk ujung slang yang sudah getas, bisa diatasi dengan memotong sesuai kebutuhan. Hanya saja yang perlu diperhatikan, panjang slang harus tetap memadai dan jangan lupa pasang kembali klem agar tidak bocor dan mudah lepas.

Persoalan umum lainnya, lantaran usia pemakaian pegas yang terdapat didalam keran vakum tidak bekerja dengan baik mau pun seret. Akibatnya bahan bakar terus mengalir menuju karburator, tapi kendala ini belum akan terasa apa bila jarum pelampung yang terdapat pada karburator masih bekerja dengan baik.

Apa bila untuk jenis sepeda motor yang masih menggunakan keran vakum terjadi kelebihan bahan bakar pada mangkuk karburator dan terus mengalir melalui slang pembuangan, baik dalam kondisi mesin nyala mau pun mati maka bisa dipastikan keran vakum tidak bekerja dengan baik disertai jarum pelampung yang tidak menutup dengan rapat.

Ada beberapa solusi sederhana yang bisa dilakukan, seperti mengetok keran vakum dengan tujuan agar pegas yang terdapat didalamnya kembali bekerja. Hal ini dilakukan untuk tipe keran vakum yang tidak bisa dibongkar untuk dibersihkan. Tapi jika masalah tidak teratasi, solusi lainnya bisa dengan menambahkan keran manual untuk menggantikan keran vakum dan jangan lupa untuk membersihkan karburator serta memastikan jarum pelampung bekerja dengan baik.

Sebaliknya, keran vakum bisa saja tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak bisa mengalirkan bahan bakar sama sekali. Cara memastikannya, lepas slang ke karburator sembari mengisap ujung slang yang menuju ke leher angsa/intake manifold. Jika tidak terdapat aliran bahan bakar, maka bisa dipastikan keran sudah tidak berfungsi dengan baik. 

Sekian dulu rekan-rekan, semoga bermanfaat dan tentu saja masih belum lengkap karena kita baru membahas mengenal sekilas keran vakum dan persoalannya yang umum dijumpai. Pada kesempatan lain akan kita bahas lebih dalam.