Alasan tidak perlu menggunakan kick starter untuk menyalakan motor

Rekan-rekan... menyalakan motor dengan menggunakan kick starter, masih sering dilakukan pemiliki motor dengan beberapa alasan. Sayangnya trik ini sudah kurang tepat lagi untuk diterapkan saat ini seiring perkembangan teknologi yang ditanamakan pabrikan sepeda motor pada produk nya. Untuk lebih jelasnya, yuk...kita bahas alasan mengapa kita tidak perlu menggunakan kick starter untuk menyalakan motor.


Alasan yang menjadi landasan banyak orang masih melakukan slah/engkol beberapa kali sebelum mesin dinyalakan, biasanya dilakukan pada saat ingin menyalakan mesin motor yang masih dingin setelah semalaman tidak digunakan maka pagi harinya di slah terlebih dahulu untuk menaikkan oli agar terjadi pelumasan.

Tapi kemajuan teknologi oli juga sudah berkembang dengan pesat, oli tetap melindungi komponen mesin meski sudah tidak nyala sekian waktu. Maksudnya, oli masih nempel dan mampu mencegah gesekan pada saat pertama kali mesin dinyalakan.

Alasan lain yang sering membuat pengguna melakukan slah/engkol beberapa kali sebelum menyalakan mesin adalah untuk membantu pengisian aki terlebih dahulu sebelum menggunakan elektrik starter. Nah, yang beginian kurang tepat dan jauh dari yang sebenarnya.

Aki motor belum akan terisi hanya dengan beberapa putaran engkol. Jika ingin menggunakan starter elektrik untuk menyalakan saat mesin dingin, langsung bisa diterapkan tanpa harus khawatir kondisi aki. Pengisian aki motor sekarang sudah mumpuni untuk tidak membuat aki tekor, begitu juga dengan aki nya. Starter...langsung nyala.

Jadi, kapan kita harus menggunakan kick starter untuk menyalakan motor? Yang pastinya jika kondisi aki sudah tidak mumpuni untuk membuat mesin motor nyala karena kondisi aki yang sudah menurun. Tapi untuk alasan pelumasan dan membantu pengisian aki, rasanya kurang tepat untuk diterapkan.

Hal ini juga berlaku untuk mobil dimana saat menyalakan mesin hanya mengandalkan elektrik starter, jika khwatir dengan pelumasan dan sayang dengan aki...mau di slah atau di engkol pakai apa? He..he..