Kegunaan tang rivet di bengkel sepeda motor

Rekan-rekan... jelang akhir tahun disaat toko-toko pada sibuk cuci gudang dengan discount gila-gilaan, bengkel kecil Hayyu Motor yang selama tahun ini dicangkokkan ke toko onderdil milik rekan sendiri ikut-ikutan sibuk. Tapi bukan untuk melakukan jual beli dengan konsumen, melainkan bersih-bersih gudang karena menyambut tahun baru 2015 rencananya bengkel yang basic nya pengecatan dan airbrush sepeda motor akan kembali berdiri sendiri. Salah satu perkakas bengkel yang selama ini tersimpan dalam gudang akhirnya ketemu lagi, yaitu tang rivet yang jarang terpakai tapi terasa sekali kegunaannya di bengkel.


Perkakas bengkel yang satu ini memang jarang digunakan karena tidak berhubungan dengan pengecatan mau pun airbrush sepeda motor. Tapi saat bergabung dengan toko onderdil milik rekan sendiri yang aktivitas nya jual beli onderdil mobil dan sepeda motor serta memberikan pelayanan jasa servis, akhirnya tang rivet sesekali mendapat tugas dan tidak hanya jadi pelengkap perkakas saja.

Sejatinya tang rivet berpasangan dengan paku keling, cara kerjanya sederhana yaitu menarik paku keling agar bisa membuat dua bagian yang ingin disatukan menjadi terpasang erat. Tapi jelas tidak akan bekerja dengan sempurna untuk menyatukan dua hati yang sedang jatuh cinta dan mau nya tetap saling dekat sehingga handphone yang selalu nempel di telinga agar selalu terhubung dengan si dia. Weleh... ngawur, hehe :)

Tang rivet biasanya digunakan untuk memasang paku keling saat mengganti asbes knalpot racing yang sudah kurang adem di telinga. Sebab itu tang rivet lebih sering nganggur, lalu dari pada mempersempit kotak perkakas, akhirnya disimpan di gudang bersama barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi.

Tang rivet bisa memasang paku keling dengan berbagai ukuran, pengaturan nya dengan mengganti ujungnya yang menyerupai spuyer main jet pada karburator sepeda motor. Biasanya terpasang dibagian tangkai tang rivet, jadi tidak perlu repot mencari kemana-mana... :)