Kesan pertama dengan Honda CBR 150R Lokal

Rekan-rekan... namanya produk anyar dan keluaran terbaru untuk varian sport 150, sosok Honda CBR  150R lokal dengan warna merah yang merona datang dengan kecepatan rendah dan langsung parkir di pekarangan rumah. Mmm... tetangga beli motor baru, lantaran belum pernah melihat dari dekat, maka dengan sedikit antusias segera menghampiri dan kagum dengan kegantengan motor bukan pemiliknya, hehe...

Lantaran bergelut dengan cat, maka hal yang paling menarik pertama kali adalah cat dengan warna merah yang terlihat terang dan mengkilap. Soal bahan yang digunakan rasanya susah untuk mendapatkan nya didaerah. Melirik kesisi fairing yang membungkus CBR 150R, dual keen eyes yang berbeda dengan CBR 150R Thailand tetap terlihat keren meski rekan-rekan yang kebetulan duduk sambil mempelotin motor lebih suka dengan desain yang import, begitu juga dengan knalpot yang lebih panjang dan kurus dinilai kalah gagah dengan bawaan import.


Tapi itu soal selera, dimana setiap orang memiliki penilaian tersendiri. Tapi si empunya motor tetap senyum-senyum dengan celoteh yang dilontarkan rekan-rekan. Tentu saja, mau dikomentari bagaimana yang jelas dia sudah punya motor idaman nya, hehe :)

Saat duduk diposisi mengendarai, postur tubuh yang hanya 165 cm ternyata tidak bisa dengan mudah mengangkangi motor sport 150 pabrikan Honda ini. Kaki dipaksa sedikit jinjit agar bisa memposisikan motor tegak lurus. Yap, lantaran terbiasa dengan motor bebek dan matik maka motor batangan memiliki sedikit kesulitan pada saat ingin memundurkan karena kaki tidak menapak dengan baik. Tapi saat kedua tangan berada diposisi mengendarai, pede langsung naik... sayang nya bukan milik sendiri :(

Namun hati tetap senang, bukan lantaran dapat minjam buat nampang tapi lantaran pemilik masih tetangga dekat rumah, siapa tahu beberapa tahun yang akan datang si empunya bosan dan ingin memodifikasi motornya dan bengkel kita jadi rujukannya, mmm... mimpi kali yaa, haha :D