Hasil belajar airbrush motif bercak-bercak pada tromol motor

Rekan-rekan... menepati janji untuk berbagi foto tromol airbrush motif bercak-bercak, hasil belajar lewat contoh karya rekan seprofesi... dimana sudah kita bicarakan beberapa hari yang lalu. Alhasil, kombinasi warna kuning, orange dan ungu dengan bahan cat metalik menjadi alternatif untuk mengganti cat stabilo yang sebelumnya sudah melapisi tromol ini.

Meski secara teori hasil pengecatan cukup memuaskan setelah lapisan clear coat memberi kilap yang lebih baik untuk finishing, namun warna yang dihasilkan tidak ngejreng seperti sebelumnya. Apa boleh buat, pilihan rumit untuk mengganti tipe cat tidak lain agar daya tahan cat lebih baik dan tahan lama serta tidak mudah pudar. Sebab untuk mengecat tromol saja, konsumen bela-belaan memutus semua jari-jari dan rela merogoh saku untuk mendapatkan hasil pengecatan yang lebih baik lagi memuaskan.


Sebagai gantinya, sepasang jari-jari baru dengan warna kuning emas / gold, menjadi pilihan si empunya motor agar serasi dengan kombinasi warna tromol dan kontras terhadap pelek / velg yang juga di cat ulang dengan warna ungu hasil perpaduan cat ungu metalik dengan mutiara lembayung. Cat ungu sengaja dioplos dengan cat mutiara untuk mendapatkan warna ungu yang sedikit lebih lembut dan cerah dibandingkan cat ungu yang terlalu pekat dan gelap.

Hanya saja mengecat pelek memiliki resiko yang harus dipertimbangkan, karena daya tahan cat tidak begitu bagus meski sudah diberitahu kepada konsumen sejak awalnya. Kelalaian kecil saat memasang jari-jari yang diserahkan kepada penyedia jasa stel pelek dan jari-jari, membuat cat pada pelek menjadi terkelupas lantaran berbenturan dengan perkakas bengkel yang digunakan nya. Alhasil, goresan pada velg terpaksa diterima karena untuk memperbaikinya butuh proses sedikit rumit lantaran velg juga dilapisi dengan clear coat.

Lantaran baru pertama kali membuat motif bercak-bercak dan garis yang dilakukan dengan bantuan obeng saja... tangan masih kaku dan hasil yang didapat belum sempurna. Tapi setalah beberapa kali percobaan, akhirnya pemahaman dengan prinsip kerjanya jadi semakin matang. Intinya... cat tidak boleh terlalu encer dan tidak pula bisa terlalu kental. Dan sebelum menerapkan ke tromol, sebaiknya latihan terlebih dahulu untuk memastikan kekentalan campuran cat dengan thinner sudah tepat.

Tapi jujur saja, rasa penasaran masih ada dan ingin menerapkan lebih sering lagi agar semakin mahir dan bisa memadukan beberapa warna sehingga hasil yang didapat bisa semakin bagus meski bukan dengan bahan cat stabilo. Pokoknya ikuti terus... karena nanti kita akan coba belajar menerapkan nya pada media yang lain :)