Apakah tensioner otomatis bisa disetel ?

Rekan-rekan... tensioner otomatis pada sepeda motor berperan menjaga ketegangan rantai keteng/timing agar tidak kendur yang berakibat bunyi berisik pada mesin dan rencana kerja klep menjadi tidak sesuai dengan yang seharusnya. Ujung-ujungnya tenaga motor turut menurun dan mesin menjadi tidak bertenaga.

Beberapa rekan yang sempat berdiskusi tentang cara kerja tensioner otomatis pada motor, sebagian ada yang ngotot mengatakan tensioner bisa di setel apa bila rantai keteng sudah kendur karena mulur/aus. Apakah benar, tensioner otomatis bisa disetel ?


Nah, untuk menjawab keraguan... sebuah tensioner yang sudah tidak terpakai dijadikan sebagai alat peraga. Pada bagian atas tensioner terdapat setelan yang bisa diputar dengan obeng min kecil, apa bila diputar searah dengan jarum jam alias ke kanan maka batang penekan akan memendek. Apa bila diputar sampai mentok maka tensioner akan terkunci sendiri dalam keadaan pendek.

Pada saat ingin melepasnya, cukup putar sedikit ke arah yang berlawanan dengan arah jarum jam maka batang penekan akan turun dengan sendirinya menekan rantai keteng/timing. Pada saat rantai keteng aus dan mulur lantaran usia pemakaian, penekan tensioner akan semakin turun juga mengikuti perubahan dan membuat rantai keteng tetap terjaga ketegangan nya.

Jadi jelas pada tensioner otomatis tidak dibutuhkan penyetelan karena memang cara kerjanya otomatis. Apakah bisa disetel? Hmmm... sepertinya tidak. Dan apa bila rantai keteng/timing sudah terlalu kendur sementara penekan sudah mentok dan tidak bisa menekan lagi, tetap saja tidak bisa di setel. Solusi akal-akalan memang bisa dilakukan dengan menambahkan sebuah mur melalui cara pengelasan untuk menambah panjang batangan penekan tapi akan lebih baik jika kita sedikit merogoh kantong untuk mengganti rantai keteng/timing yang disertai dengan penggantian rol keteng atau yang bisa juga di sebut bilang rantai keteng.

Sekian dulu rekan-rekan, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi kita bersama.