Alasan tidak menggunakan kop busi

Rekan-rekan... fenomena motor tidak menggunakan kop kerap dijumpai saat di bengkel. Pada dasarnya kop busi berfungsi untuk mencegah kebocoran arus yang datang dari koil menuju busi, jarang rusak lantaran bukan part bergerak yang rawan aus tapi bukan tidak bisa rusak. Trus... apa alasan tidak menggunakan kop busi?


Jika kita amati pada bagian dalam kop busi terdapat klip pengunci yang cara kerjanya sangat sederhana. Pada saat memasukkan kop busi ke kepala busi sebaiknya dengan perasaan, jangan sampai klip penahan patah yang mengakibatkan kop busi menjadi longgar dan mudah lepas. Jika sudah begitu, motor bisa mati mendadak lantaran kop busi sudah tidak mengantarkan arus dari koil ke busi.

Begitu juga saat melepas kop busi, lagi-lagi juga harus dengan perasaan. Untuk kop busi yang kualitasnya kurang bagus, bukan klipnya saja yang bisa patah tapi kedudukan klipnya bisa turut copot. Dalam kondisi darurat, sah-sah saja untuk tidak menggunakan kop busi lalu mengambil cara pintas dengan menghubungkan kabel koil langsung ke busi.

Hanya saja kondisi motor tanpa kop busi tidak segera diatasi dengan membeli kop busi baru sebagai pengganti, malah lupa dan enggan untuk membeli yang baru. Padahal soal harga, kop busi motor masih tergolong murah untuk yang kualitas sedang. Tapi untuk yang kualitas bagus seperti bawaan asli pabrikan motor atau racing part, memang sedikit merogoh saku dibandingkan yang murah dan mudah didapat di toko onderdil daerah sekalipun.

Jadi dapat disimpulkan bahwa alasan tidak menggunakan kop busi adalah lantaran sudah rusak dan dalam kondisi darurat, satu lagi alasannya yaitu lupa dan malas untuk segera mengganti dengan yang baru, hehe...

Sekian dulu rekan-rekan MotorExpose... tetap ikuti karena kita akan terus berbagi hal-hal yang menyangkut dengan dunia sepeda motor dalam kehidupan sehari-hari... tidak sebatas airbrush dan modifikasi saja :)