Blok silinder Yamaha RX King disumpal piston oversize 175...aman nggak tuh?

Rekan-rekan MotorExpose... beberapa waktu yang lalu saat proses pengecatan rangka Yamaha RX King yang repaint dengan warna hitam, bongkahan mesin yang sudah diturunkan menjadi perhatian bagi rekan yang singgah ke bengkel. Head silinder dalam kondisi lepas membuat angka di kepala piston terlihat jelas karena sudah dibersihkan sendiri oleh si empunya motor. Penggunaan piston oversize 1,75 mengundang tanya bagi rekan yang melihat blok silinder Yamaha RX King disumpal piston melebihi anjuran pabrikan... aman nggak tuh?


Walah... gelagapan juga saat pertanyaan spontan dari rekan sendiri harus dijawab dengan penjelasan yang pasti dan tidak ngarang. Karena seumur-umur memang belum pernah melakoni proses menaikkan ukuran piston Yamaha RX King melebihi anjuran pabrikan yaitu oversize 1,00 yang biasa juga disebut piston oversize 100 dimana diameter nya lebih besar 1 mm dari bawaan standar.

Syukur masih didampingi si empunya motor, penjelasan lebih lanjut didapat langsung tentang aman tidak nya penggunaan piston ukuran besar...yap, jelas yang dimaksud untuk pemakaian harian. Dengan penuh keyakinan, si pemilik motor mengatakan aman karena memang motor nya digunakan untuk sarana transportasi sehari-hari. Apa nggak rawan ngejim?

Ternyata penyesuaian settingan sudah dilakukan seiring perubahan ukuran piston, bahan bakar diperkaya lewat penggantian spuyer pada karburator yang masih standar bawaan pabrik begitu juga dengan settingan pompa oli samping yang diatur lebih kaya untuk mencegah piston macet. Berkenaan dengan ukuran main jet dan pilot jet yang digunakan, ternyata si pemilik Yamaha RX King yang sedang order pengecatan rangka juga tidak mengetahui dengan pasti... lantaran urusan mesin dia mempercayakan sepenuhnya kepada mekanik tempat dia berlangganan.

Jadi... penggunaan piston oversize 1,75 pada blok Yamaha RX King, ternyata masih aman untuk dipakai harian selagi diikuti dengan perubahan settingan bahan bakar dan oli samping yang diatur lebih kaya... Alamak, artinya lebih boros dong?!! hehehe :)