Cara mengencangkan mur kepala silinder Yamaha RX King

Rekan-rekan MotorExpose... masih berhubungan dengan aktivitas bengkel yang sebelumnya, yaitu pengecatan ulang rangka Yamaha RX King dimana untuk mendapatkan hasil yang maksimal menuntut untuk turun mesin. Agar mudah mengeluarkan mesin dari posisinya, kepala silinder sengaja dilepas terlebih dahulu setelah itu diikuti dengan melepas baut pengikat mesin. Kenapa harus melepas kepala silinder, saat ingin menurunkan mesin RX King dan apa saja yang sebaiknya kita perhatikan dalam melakoninya? Yuuk...kita bahas lebih dalam lagi.


Jika hanya melepas baut kedudukan mesin, kepala silinder mentok saat mesin diangkat dan proses turun mesin dari rangka RX King menjadi susah. Dengan melepas kop silinder yang hanya terdapat 4 buah mur saja, maka mesin bisa diangkat dan tidak terhalang rangka bagian atas. Alhasil, mesin dengan mudah bisa dikeluarkan.

Beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan saat melepas kepala silinder Yamaha RX King yaitu, sebaiknya tidak dikerjakan saat suhu mesin masih dalam keadaan panas. Sabar sebentar, begitu mesin sudah dalam keadaan dingin maka mur yang terdapat pada kop silinder aman untuk dilonggarkan. Selanjutnya mur bisa dilepas satu per satu tanpa aturan yang harus diikuti.

Namun berbeda hal nya pada saat pemasangan kembali, mengencangkan mur kepala silinder Yamaha RX King sebaiknya sedikit hati-hati sebab baut tanam yang terpasang pada blok silinder bisa patah jika terlalu keras saat mengencangkan, disamping itu kop silinder bisa baling / tidak rata jika keempat baut tidak dikencangkan dengan kekuatan yang merata.

Jadi kiat dalam mengencangkan mur kepala silinder RX King, sebaiknya mur dikencangkan secara silang dengan kekuatan yang terus ditambah. Weleh... maksud nya apa? Begini rekan-rekan... baut tidak langsung dikencangkan pada saat pemasangan, namun bertahap dan sedikit demi sedikit secara bergilir. Bergilir dengan aturan silang dimana pada akhirnya semua mur terpasang dengan kekencangan yang sama, bukannya satu mur dikencangkan sekuat tenaga lalu beralih ke mur lainnya.

Nah , jika sudah sudah menerapkan trik sederhana tersebut... mudah-mudahan tidak ditemui persoalan baut tanam patah mau pun kop silinder yang tidak terpasang dengan kekuatan yang rata. Sekian dulu rekan-rekan semoga bisa kita jadikan referensi bersama.