Shockbreaker Yamaha RX King Keras, jangan cepat main vonis

Rekan-rekan MotorExpose... sesi berbagi pengalaman kali ini membahas seputar shockbreaker belakang Yamaha RX King, perasaan kurang nyaman saat melibas jalanan keriting membuat si empunya motor yang beberapa waktu lalu mengecat rangka motor nya bertanya-tanya... soalnya usia shockbreaker masih tergolong baru karena yang lama sudah dilengser. Trus, apa saja yang hendaknya diperhatikan untuk memastikan bahwa shockbreaker tidak bermasalah agar jangan cepat main vonis saja?


Pertama, perhatikan bos yang terdapat pada bagian pangkal dan ujung shockbreaker, terkadang raib saat proses bongkar pasang. Dampaknya... ring penahan yang berada pada posisi luar, menjepit ujung atau pangkal shockbreker dan membuat pergerakan shockbreaker tertahan saat naik turun. Memangnya berpengaruh? Yup, tentu saja turut membuat peredam kejut terasa kurang empuk untuk meredam jalanan keriting.

Kedua, saat mengencangkan mur pada sumbu lengan ayun hendaknya tidak menggunakan tenaga super hero alias tidak sekuat tenaga. Sebab lengan ayun bisa seret bahkan tidak bisa bergerak naik turun dengan lancar. Jadi saat mengunci lengan ayun, pastikan pergerakan nya tidak terhambat dimana dampaknya sangat besar sehingga perasaan shockbreaker kejang lebih terasa.

Jika kedua point tersebut sudah diperhatikan tapi masih saja terasa kurang nyaman, maka kita baru bisa memastikan bahwa kondisi shockbreaker sudah tidak bagus, jadi jangan cepat main vonis rusak saja. Karena jika tidak memperhatikan kedua hal tersebut, shockbreaker bagus sekalipun bisa saja dianggap jelek... padahal kendala nya terdapat pada bagian yang lainnya.

Sedikit catatan, sumbu lengan ayun juga bisa berkarat dan menyatu dengan bos yang terdapat pada lengan ayun, ini juga bisa memicu lengan ayun tidak bergerak leluasa saat naik turun setelah mur nya dikencangkan.

Sekian dulu rekan-rekan... semoga bermanfaat dan bisa kita jadikan referensi bersama :)