Alasan mengganti shockbreaker Suzuki Satria FU 150

Rekan-rekan... melihat shockbreaker bekas yang terdapat dibengkel, sebuah pertanyaan dilontarkan rekan yang berkunjung perihal status kepemilikan nya. Yap, spontan ngasih tahu nama pemilik asli yang sengaja meninggalkan peredam kejut lama Suzuki Satria FU 150 nya, karena sudah diganti dengan yang baru. Pertanyaan lanjutan pun datang, alasan mengganti shockbreaker nya apa?


Sekilas jika dilihat memang shockbreaker dalam kondisi bagus, bahkan cat nya saja masih mulus. Tapi kinerja peredam kejut ini sudah tidak baik lagi, keluhan yang dirasakan pemilik motor yaitu perasaan limbung saat melibas jalanan bergelombang. Berbeda dengan kasus sebelumnya, pada Yamaha RX King peredam kejut terasa kejang dan keras... sebaliknya pada Satria FU 150 malah terasa sangat lembut sehingga mantul-mantul saat melewati jalanan bergelombang.

Agar yang dirasakan pemilik motor bisa dipahami dengan seksama, motor pun dijalankan melibas jalanan bergelombang. Ternyata memang benar, shock belakang terasa sangat lembut dan berayun-ayun bukan nya oleng. Pengecekan pun dilanjutkan dengan memeriksa kekencangan baut sumbu lengan ayun... ternyata tidak bermasalah. Jadi bisa diprediksi, shock sudah bocor dan tidak bisa menahan saat rebon... maksudnya?

Saat pegas kembali pada posisi semula setelah tertekan, maka tabung yang berada dalam lingkaran pegas yang akan menahan agar pegas tidak terlalu cepat kembali pada posisi awal. Jika sudah bocor... maka tidak ada tahanan saat pegas kembali memanjang, dan yang dirasakan saat mengendarai sepeda motor, ya... seperti mantul-mantul dan mengurangi perasaan nyaman karena handling motor jadi kurang enak.

Jika ditelusuri, penyebabnya bisa dipicu lantaran sering mengangkut beban yang melebihi kemampuan shockbreaker. Akhirnya shock belakang bocor dan tidak bekerja dengan baik lagi. Solusinya terpaksa ganti dengan yang baru agar kembali nyaman dan enak saat motor diajak melibas jalanan bergelombang.

Sedikit catatan, untuk menjaga agar usia pemakaian shockbreaker bisa lama... sebaiknya hindari membawa beban berlebihan dan boncengan yang membawa lebih dari satu orang. Sekian dulu rekan-rekan... semoga bisa menjadi referensi kita bersama.