Baut Knalpot Tidak Bagus, Pertimbangkan Lagi

Rekan-rekan... sering gonta-ganti knalpot motor ada-ada saja masalah yang ditemui, kadang baut hilang dan yang paling sering drat menjadi slek sehingga meski baut masih dalam keadaan bagus tapi tidak bisa dikunci kencang lagi... masih untung jika yang dol adalah drat yang terdapat pada baut, jika yang aus terjadi pada head silinder...hmmm, mumet dan bikin pusing kepala. Begitu juga dengan mengganti baut knalpot dengan baut yang kualitasnya tidak bagus, sebaiknya pertimbangkan lagi.


Baut asli yang digunakan untuk menyatukan knalpot ke head silinder terbuat dari bahan yang bagus dan tahan panas. Jika diganti dengan baut biasa... rawan patah karena panas mesin membuat baut menjadi rapuh setelah beberapa waktu. Apa lagi sering gonta-ganti knalpot dimana proses bongkar pasang terkadang tidak menghiraukan kondisi mesin yang belum adem. Akhirnya saat baut dilepas maupun dibuka, tau nya... patah dan meninggalkan sisa didalam lubang.

Nah, jika sudah terjadi... pekerjaan jadi bertambah. Biasanya untuk membuka baut yang patah... jasa tukang las sudah mumpuni untuk mengatasi nya. Hal ini juga pernah dialami konsumen beberapa waktu yang lalu, dimana baut asli bawaan motor... salah drat. Maksudnya, saat pemasangan tidak pas tapi dipaksa untuk bisa merapatkan knalpot ke head silinder. Lantaran dibuka paksa, baut patah dan masih ada yang tersisa sehingga masih mudah saat dikerjakan di bengkel las.

Tapi untuk mengatasi baut yang patah nya jauh didalam, biasanya cara mudah ditempuh dengan mengantarkan head silinder ke bengkel bubut. Kadang mereka masih bisa mengatasinya dan drat untuk baut knalpot yang terdapat pada kepala silinder masih bisa digunakan kembali. Terkadang harus menggunakan cara lain, yaitu memperbesar lubang baut dari ukuran sebelumnya. Intinya... tetap ribet dan bikin puyeng. masih untung jika bengkel bubut bisa mengerjakan tanpa melepas kepala silinder... jika tidak? weleh... tambah ongkos bongkar mesin, dong... hehe :)

Jadi menggunakan baut knalpot yang tidak bagus, sebaiknya dipertimbangkan lagi... karena hal kecil dan cemen terkadang bisa menimbulkan malah yang penyelesaian nya tidak sederhana lagi. Dan yang perlu dibiasakan serta diperhatikan sebelum bongkar pasang komponen mesin, sebaiknya setelah mesin benar-benar sudah adem. Tujuannya agar tidak ada yang rusak mau pun slek.

Sekian rekan-rekan... semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi kita bersama.