Dampak Konversi Minyak Tanah ke Gas Terhadap Bengkel

Rekan-rekan MotorExpose... perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup ini, tapi nggak usah diambil pusing dan bikin kening kerut seperti limau purut. Konversi minyak tanah ke gas yang sudah jauh-jauh hari sudah diterapkan ternyata memiliki dampak juga terhadap bengkel kecil yang selama ini memiliki beberapa point kerja, yaitu servis, tambal, pengecatan serta airbrush.


Point kerja yang terkena dampaknya adalah sektor tambal, peralatan tambal konvensional hasil rakitan sendiri yang berbahan bakar minyak tanah terpaksa istirahat. Harga minyak tanah yang mahal dan sulit didapat akhirnya menjadi alasan untuk menghentikan pemberian jasa tambal untuk umum. Tapi sebelum tabung untuk menampung minyak tanah diabadikan, sedikit corat-coret dengan sisa bahan cat yang sayang untuk dibuang akhirnya menghias tabung yang sekian lama menjadi salah satu perkakas bengkel yang rajin mencetak uang, hehehe... :)

 Sedih bercampur haru saat harus menerima kenyataan bahwa dunia yang penuh perubahan seharusnya diiringi dengan peningkatan kualitas diri dan peralatan kerja, hari gini kok masih menggunakan perkakas yang sudah ketinggalan jaman... sementara usahawan bengkel tambal lainnya sudah menggunakan elemen setrika dimana penggunaan nya jauh lebih mudah dan praktis.

Hmmm... nyerah dech, sepertinya mengikuti perubahan jaman memang harus dilakukan agar tidak tergilas dan tertinggal. Hanya saja kondisi bengkel yang belum memiliki listrik dengan daya yang mencukupi lantaran pemilik kontrakan belum bersedia menaikkan daya, yap... istirahat menambal sementara waktu menjadi opsi yang tidak bisa dihindari.