Fungsi Pilot Jet Dan Main Jet

Rekan-rekan... melengkapi pembahasan tentang piranti pendukung karburator pada sepeda motor, sepasang benda kecil yang biasa kita kenal dengan sebutan pilot jet dan main jet pada dasarnya sama-sama mengatur jumlah bahan bakar yang akan ditransfer ke ruang bakar. Hanya saja fungsi keduanya berbeda dan mengetahui cara kerjanya akan membuat kita mudah untuk mendeteksi sekiranya ada persoalan yang disebabkan oleh salah satu dari komponen pendukung karburator.


Fungsi Pilot Jet

Pada saat putaran rendah dan statiosner, asupan bahan bakar akan diatur oleh pilot jet. Sampai 1/4 putaran gas, pilot jet masih memainkan perannya. Gonta-ganti spuyer untuk setting karburator dibutuhkan apa bila sudah melakukan perubahan pada mesin, jika masih standar... ya, tidak perlu.

Pada kondisi mesin sepeda motor yang masih standar, mengganti pilot jet dengan ukuran lebih besar akan membuat mesin mbrebet pada putaran bawah dan langsam tidak normal. Kerap ditemui, lubang pada pilot jet tersumpal kotoran sehingga bahan bakar tidak bisa mengalir dengan baik. Jadi... jika ditemui kondisi mesin yang biasanya normal namun tiba-tiba mbrebet dan tidak mau langsam, maka besar kemungkinan pilot jet yang bermasalah... untuk memastikan nya, langsung buka karburator dan pastikan lubang tidak tertutup oleh kotoran atau kerak.

Fungsi Main Jet

Untuk putaran atas giliran main jet yang memainkan perannya. Biasanya jarang tersumbat kotoran atau kerak karena lubang nya jauh lebih besar dari pilot jet, tapi bukan tidak mungkin terhalang kotoran. Gejala main jet bermasalah pada mesin kondisi standar ditandai dengan hilangnya tenaga mesin saat selongsong gas dipelintir setengah sampai mentok... sementara langsam atau stationer nya normal.

Mengganti main jet untuk motor standar dengan ukuran yang besar bisa membuat mesin mbrebet pada putaran atas... mesin tidak bisa teriak, ujung-ujungnya boros bahan bakar. Sebaliknya mengganti ukuran main jet dengan ukuran yang lebih kecil untuk motor dengan mesin standar, akan membuat mesin gampang teriak dan miskin bahan bakar. Tenaga motor berkurang dan beresiko overheat karena kurangnya bahan bakar yang dibutuhkan mesin.

Intinya, kedua komponen pendukung kinerja karburator pada motor, memainkan perannya masing-masing dan tidak bisa asal ganti ukuran. Jika untuk motor standar, sebaiknya gunakan saja ukuran spuyer bawaan motor dan tidak usah pusing-pusing untuk setting sendiri. Berbeda jika sudah melakukan perubahan pada mesin dimana asupan bahan bakar mungkin harus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan mesin.

Sekian dulu rekan-rekan... semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi bersama.