Deteksi roda depan Yamaha Mio Sporty ngunci saat mundur

Rekan-rekan... kasus yang ditemui kali ini, dialami oleh rekan kita yang ngecat motor di bengkel. Keluhannnya, roda depan Yamaha Mio Sporty ngunci saat mundur. Lha... kok bisa ? aksi bongkar pun dilakukan agar bisa mendeteksi penyebab dan mengatasi persoalannya sekaligus memudahkan pemasangan spadboard depan.


Sebenarnya untuk kasus seperti ini jarang sekali ditemui di bengkel, pasalnya lebih sering menerima orderan pengecatan dari pada menangani persoalan seperti cakram seret apa lagi dengan gejala yang sedikit aneh, hehe... tapi secara teknis, apa pun masalah yang dialami  rekan-rekan yang mampir ke bengkel, selagi masih masih bisa dibantu... akan diberikan solusinya :)

Penyelidikan dilanjutkan setelah roda berhasil dilepas dan spadboar depan dipasang. Hmmm... rada nggak nyambung, rekan-rekan. Tapi nggak usah bingung, sebab tema utamanya adalah pemasangan body cover Yamaha Mio rekan kita yang beberapa waktu lalu ngecat ulang motornya. Lantaran ada persoalan lain, yup... ditindaklanjuti sekalian.

Setelah spadboard depan berhasil dipasang, roda kembali dipasang dengan posisi motor yang berdiri dengan standar tengah dan bagian bawak dek atau lantai diberi penahan agar roda depan terangkat dan mudah diputar.

Pada saat roda diputar kedepan, gejala seret tidak terasa namun saat roda diputar kebelakang... walah, minta ampun seret sekali. Kaliper pun dilepas guna mendapatkan kepastian sumber persoalan. Piringan cakram terlihat dalam kondisi normal dan tidak baling, ternyata baut penahan kaliper sudah diganti dan dimensinya tidak sama dengan yang asli. Nah... ketemu juga :)

Panjang baut pengganti memang sama dengan yang asli tapi bentuk dan ukurannya sangat berbeda, sehingga terdapat rongga atau gap yang lumayan besar dan membuat kaliper tidak padat terpasang. Solusi yang diterapkannya selama ini dengan memberi mur tambahan dan mengunci dengan kencang... disitu persoalan muncul lantaran kaliper tidak memiliki ruang gerak lagi.

Seharusnya kaliper bisa bergerak pada saat piston menekan lantaran tuas rem difungsikan. Namun lantaran terkunci, pergerakannya pun terhalang dan menimbulkan persoalan yang uniknya hanya pada saat motor diajak mundur. Kesimpulannya, sumber masalah terdapat pada bautnya dan solusi terbaik adalah menggunakan kembali baut asli agar pas dan tidak menemui kendala lagi.

Sayangnya baut asli sudah tidak ditemukan setelah siempunya motor mengganti piringan cakram beberapa tahun  lalu. Terpaksa menunggu part kecil ini dulu untuk memastikan bahwa persoalan memang 100% teratasi.

Sekian dulu rekan-rekan... semoga bisa menjadi referensi kita bersama.