Memperbaiki kompresor mini untuk airbrush motor

Apes tenan rekan-rekan... saat pekerjaan numpuk dan harus lembur sampai tengah malam, tiba-tiba terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ujung-ujungnya, malah memperbaiki kompresor mini yang selama ini digunakan untuk airbrush motor. Dengan perasaan yang tidak menentu, analisa kerusakan dilakukan sembari terus berdoa semoga kerusakannya tidak parah dan membuat orderan pengecatan tertunda.


Gejala awalnya... dinamo masih berkitir secara normal dan membuat piston naik turun mengisi udara ke dalam tabung. Pada saat ambang batas tekanan udara yang sudah diatur, biasanya kompresor akan mati sendiri tanpa harus memencet tombol. Tapi kali ini malah terdengar suara aneh dan dinamo tidak kunjung berhenti berputar. Udara yang dipompakan ke dalam tabung tidak bertambah saat melirik ke jarum amper yang tidak lagi bergerak. Alamak... runyam :(

Prediksi awal, ring piston patah sehingga tidak ada lagi isapan saat piston bergerak turun dan tidak ada lagi kompresi saat piston bergerak naik. Alhasil... tidak ada tekanan udara yang mengisi tabung. Akhirnya keputusan untuk segera membongkar pun diambil. Dengan melepas 4 buah baut yang terdapat di kepala silinder, kop silinder dan blok silinder sudah bisa dipreteli.

Ternyata ring piston dalam keadaan baik dan oli pun cukup untuk melumasi. Blok silinder pun dipasang tanpa kop silinder... sembari menyalakan kompresor lagi, dinamo berputar cepat dan piston naik turun secara normal. Kesimpulannya, tidak terjadi kerusakan pada piston mau pun ring piston.

Pemeriksaan pun dilanjutkan ke bagian kop silinder yang tidak memiliki klep melainkan sebuah membran yang berfungsi sebagai katup, dimana prinsip kerjanya cukup sederhana yaitu membuka dan menutup seirama dengan aliran udara. Akhirnya penyebab semua persoalan bisa terdeteksi dan dipastikan lantaran terdapat bagian paking/gasket yang sobek dan mengganjal membran.

Akibatnya aliran udara tidak lagi satu arah... pada saat piston bergerak naik dan menekan udara menuju tabung, membran yang tersembunyi dibelakang plat berbentuk sepatu kuda terbuka dan harus menutup saat piston bergerak turun untuk mengisap udara dari arah saringan. Lantaran terganjal bagian perpak/gasket yang sobek... udara yang seharusnya dialirkan ke tabung malah kembali terisap.

Aksi akal-akalan pun dilakukan dengan mengganti perpak/gasket menggunakan kulit map yang tebal dengan membuat pola dari kertas tipis dan ditempel pada permukaan yang butuh perpak/gasket sebagai mall. Lalu kulit map yang ketebalan nya hampir sama dengan perpak/gasket asli bawaan kompresor... digunting dan dilubangi seperti bentuk aslinya.

Dengan menambahkan sedikit lem gasket, perpak/gasket buatan sendiri pun dipasang dan kop silinder kompresor mini pun dirakit kembali. Lanjut ke tahap uji coba... kompresor kembali dinyalakan dan amper tekanan udara kembali naik seperti kondisi normal dan mati secara otomatis begitu sudah penuh.

Walah... lega, rekan-rekan. Akhirnya kompresor mini kembali bekerja sebagaimana mestinya, memperbaiki kompresor mini dianggap berhasil dan pekerjaan airbrush motor bisa dilanjutkan kembali meski malam semakin larut, hehe :)

Sekian rekan-rekan... semoga sesi berbagi pengalaman kali ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk kita bersama, jangan panik sekiranya ada yang mengalami hal serupa. Lho yang panik... siapa ??? Wkwkwk (^_^)