Deteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala

Rekan-rekan Motor Expose... berbagi pengalaman kali ini seputar deteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala dengan kronologis sebagai berikut. Pemilik motor mencuci motor dalam keadaan mesin masih panas setelah menempuh perjalanan. Saat akan kembali menyalakan motor, ternyata tidak ada lagi tanda-tanda motor bisa nyala. Walah... sepertinya si empunya motor kebingungan mau bertindak apa.


Lantaran kejadian ini sudah untuk yang kedua kalinya penulis perhatikan, si empunya motor yang masih warga sekitar bengkel tapi bukan langganan... mungkin enggan untuk meminta bantuan. Yup, akhirnya dengan harapan bisa menolong sesama... dengan bermodal satu obeng kembang dan kunci busi tawaran untuk membantu pun diajukan.

Bukannya sok unjuk kemampuan, hanya saja solusi yang dilakukan pemilik Yamaha Mio J sudah tidak masuk akal. Dengan menjemur motor selama beberapa jam dibawah terik matahari, harapannya motor bisa kembali nyala lantaran beberapa hari yang lalu solusinya begitu.

Tanpa debat panjang, langkah pertama untuk mendeteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala setelah cuci motor dilakukan dengan memeriksa keberadaan bahan bakar. Langsung ditimpali oleh pemilik motor bahwasannya bensin dalam keadaan penuh. Ooo... motor injeksinya neguk bensin, tho... hehe, bercanda rekan-rekan (^_^)

Jelas saja langkah pertama adalah memeriksa keberadaan bahan bakar, siapa tahu si empunya motor lupa dan sudah kehabisan bahan bakar. Lanjut dengan mencoba menyalakan motor dengan menekan tombol stater... Walah, kondisi aki sudah tidak mendukung lagi, konon aki kering sudah direparasi dengan mengisi ulang air aki. Terserah, deh...

Sekilas... sepertinya si empunya motor menyangsikan kemampuan mekanik yang lebih dikenal sebagai tukang cat dan airbrush motor ini, hehe (^_^) Hmmm... nggak pa-pa, lanjut dengan membuka cover penutup mesin agar bisa mendapatkan posisi busi untuk dicek kondisinya. Setelah berhasil dilepas, ternyata Yamaha Mio J nya menggunakan busi dengan kode C7HSA dimana kondisi keramik putih dibagian tengahnya sedikit meleleh.

Pengecekan api busi dilakukan dengan mencari sebuah busi bekas dan digunakan untuk menyumpal lubang busi, lalu busi yang akan dites dipasang kembali pada kop busi dan ditempelkan ke massa bodi sembari melakukan slah dengan kick stater. Alhasil, api busi yang keluar terlihat tidak lagi bagus.

Penjelasan pun diberikan kepada pemiliki motor, bahwa besar kemungkin penyebabnya adalah busi. Jadi solusinya adalah mengganti dengan yang baru dengan kode yang direkomendasikan pabrikan yaitu CR6HSA. Maka si empunya motor pun pergi membeli busi dan kembali dengan busi dengan kode C7HSA lagi.

Dari penuturan si empunya motor, kode busi yang digunakan untuk Mio J adalah C7HSA, pabrikan yang membikin busi dengan kode CR6HSA belum didirikan... begitu katanya mengulagi penuturan si penjual onderdil. Walah... mumet (^_^)

Akhirnya si empunya motor di minta untuk pergi ke dealer agar bisa mendapatkan busi dengan kode yang sesuai dengan spek motor. Tau-taunya... kembali lagi dengan busi C7HSA namun kemasannya sudah ada embel-embel Yamaha. Kata mekanik dealer, memang ini busi untuk Yamaha Mio J.

Alamak... nyerah deh (^_^) lalu busi dengan kode C7HSA pun dipasang dengan catatan, sekiranya siempunya motor mengalami kejadian yang sama lagi, silahkan cek kondisi busi dan jangan jemur motor sebagai solusinya, wkwkwk (^_^)

Yup, motor pun bisa nyala kembali hanya dalam sekali engkol atau menggunakan kick stater. Dengan senyum dikulum, mekanik yang lebih sering bergaul dengan pewarna motor alias cat ini pun hanya bisa bersyukur sudah bisa membantu walau belum 100% melakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Sekian dulu rekan-rekan... semoga ada manfaat dari cerita pengalaman deteksi Yamaha Mio J tidak bisa nyala kali ini dan bisa menjadi referensi kita bersama.