Membuat alat tambal dari setrika

Rekan-rekan... kapok tenan, tobat dan tidak ingin mengulangi lagi menjual perkakas bengkel. Desakan ekonomi beberapa waktu yang lalu membuat keputusan pahit menjual alat tambal ke loakan seharga besi tua dan hanya mampu untuk membeli satu liter beras. Sekarang terpaksa membuat alat tambal lagi dengan sedikit inovasi yaitu menggunakan setrika bekas yang masih berfungsi.


Dulunya... alat tambal yang digunakan adalah alat tambal ban dalam dengan sistem bakar. Harus bermain dengan api dan ribet dalam penggunaan. Sekarang... tinggal colok dan menunggu beberapa menit, elemen setrika langsung panas dan bekerja layaknya tambal bakar. Bicara hasil... sepertinya sama bagusnya malah lebih cepat dari pada harus menggunakan api. Sorry... ini hanya opini pribadi, lho... hehe (^_^)

Lantaran tidak memiliki ilmu dibidang pengelasan, untuk membuat alat tambal dari setrika ini terpaksa menggunakan jasa bengkel las. Biaya yang dikeluarkan sekitar 80 ribuan, tidak termasuk setrika karena perangkat pemanas ini disediakan dari rumah dan dibuatkan kedudukannya sesuai dengan desain yang diminta.

Sayangnya... mungkin lantaran bengkel las rujukan sedang sibuk dan banyak kerjaan, desain yang dipesan tidak sesuai dengan yang diminta. Seharusnya hanya menggunakan satu kaki agar mudah menyelipkan ban dalam saat dipress diatas setrika. Disamping itu, drat yang digunakan tidak ulir kasar dimana dampaknya harus lebih banyak memutar agar bisa menekan sesuai dengan kebutuhan.

Tapi tidak masalah... yang penting alat tambal dari setrika ini berfungsi dengan baik dan sudah langsung mendapatkan tugas begitu sampai di bengkel. Hmmm... ternyata ada hikmahnya juga setelah menjual peralatan tambal sebelumnya. Sekarang pekerjaan menambal ban dalam menjadi lebih simpel dan tidak lagi main api. Pelajaran paling berharga yaitu jangan lagi menjual perkakas bengkel karena suatu waktu bisa dibutuhkan kembali. Lain pasalnya kalau memang betul-betul mendesak.

Sekian dulu rekan-rekan... semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi kita bersama.