Tips mengunci mur as lengan ayun sepeda motor

Rekan-rekan... berbagi pengalaman dibengkel kali ini, kita bahas tentang tips mengunci mur as lengan ayun sepeda motor. Lha... ini kan mudah? kenapa harus dibahas juga?


Hmmm... sepertinya tidak begitu, rekan-rekan. Meski hanya sebatas mengunci satu buah mur yang pada dasarnya pekerjaan mudah dan tidak repot tapi ada beberapa hal penting dibalik semua itu. Pengalaman kali ini saat  melepas atau membuka mur as lengan ayun Kawasaki Ninja 150 R, dimana keringat jadi mengalir deras lantaran upaya melepas mur yang sangat kuat terpasang alias ngunci.

Sempat kesal karena seharusnya tidak harus menemukan kejadian seperti ini jika tips mengencangkan atau mengunci mur as lengan ayun... dipahami oleh yang memasang sebelumnya. Walah... kesel nih, hehe... (^_^)

Jujur saja memang bikin kesal, rekan-rekan... memasang mur as lengan ayun, seharusnya tidak menggunakan tenaga gajah dan tidak harus sekencang mungkin. Meski tidak memiliki kunci momen dan tidak paham apa itu momen, setidaknya perasaan dan logika juga harus dipakai.

Mur yang pasang sekuat tenaga bakal membuat susah saat dibuka kembali, disisi lain untuk beberapa jenis sepeda motor yang konstruksi pemasangan nya berbeda, bisa membuat fungsi sokbreker belakang menjadi kurang maksimal. Aah... mosok?

Bener lho... ogah sebut merk dan tipe motor yang dimaksud, pada dasarnya untuk lengan ayun dengan desain yang beda dengan Kawasaki Ninja 150 R yang ditemui dibengkel kali ini... lengan ayun akan mengapit kuat jika mur dikunci terlalu kuat dan lengan ayun turut terkunci. Ujung-ujungnya... sokbreker belakang tidak meredam kejutan lantaran lengan ayun tidak lagi berayun, hehehe... (^_^)

Intinya... saat mengunci mur as lengan ayun, gunakan perasaan dan logika meski tidak menggunakan peralatan yang tepat namun jangan pula terlalu longgar karena mur bisa lepas karena getaran. Pokoknya... pakai perasaan dan logika, hahaha...